Tampilkan postingan dengan label zidan's activity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zidan's activity. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2011

Mudik Pertama ke Malang

Lebaran kemarin, untuk pertama kalinya Zidan pulang kampung. Karena lebaran kali ini giliran kampung ibunya yg dikunjungi yaitu malang, maka supaya tidak repot dan beribet maka kita putuskan untuk pulang kampung dengan menempuh perjalanan melalui udara. Karena sudah direncanakan jauh-jauh hari, maka untuk urusan pembelian tiketnya pun kita lakukan jauh-jauh hari. Berhubung kalau lebaran selain tiket mahalnya ampun-ampunan, juga kalau beli mendadak pasti susahnya minta ampun hehe... Dan, kita beli tiketnya yaitu 4 bulan sebelum hari H, jadi pas bulan april kmrn kita sudah beli tiket pulang-pergi langsung.

Ini pengalaman pertama kasli zidan ke malang. Selain karena memang sejak zidan lahir kita belum pernah pulang ke malang, juga karena keluarga saya belum pernah ke jakarta. Liat muka zidan aja hanya melalui foto yang dicetak kakak saya... Orang tua saya memang sama sekali belum mengunjungi saya sejak saya hamil karena ibu saya sakit :'(

Kami berangkat pas tanggal 25 Agustus 2011 pagi sehabis sahur karena jadwal perjalanan kami ambil yg paling pagi yaitu jam 06.35. Alhamdulillah, jadwal keberangkatan tepat waktu dan nggak delay.. Karena memang pasti tdk dapat membayangkan kalau sampai delay berjam-jam karena kami bawa bayi 10 bulan..

Ini zidan berpose dulu sama ayah sblm naik pesawat :



horeee... aku mau naik pesawat :)
 Untungnya selama perjalanan Zidan tertidur, jadi kita nggak sibuk buat ngalihin perhatiannya biar gak rewel.. Sampai di bandara Abdul Rahman Saleh sekitar jam 8 pagi dan sampai di rumah orang tua saya sekitar jam 8.30 pagi. Wah, senangnya akhirnya sampai juga.. yg pasti semua keluarga saya senang sekali ketemu sama zidan :)

Selama di malang kita nggak terlalu banyak pergi keluar, karena selain ibu saya sedang sakit, pastinya saya banyak meluangkan waktu di rumah. Meski, kita sempet beberapa kali wisata kuliner sih hehe.. Tapi, memang banyak kegiatan yg direncanain sebelumnya gak kesampaian..

Alhamdulillah sekali udara kota malang saat itu sangat bersahabat, yaitu dingiiiinnnn.... Tapi, meski dingin begitu, zidan kalau tidur teteeeeppp aja keringetan. Sampe-sampe ayahnya mendadak beli kipas angin buat nemenin zidan tidur, padahal kita semua kalau tidur pake selimut saking dinginnya :)

Begini ini anak ibu yg sedang lelap tidur siang saat di malang :



ZZZzzzz...zzzz...zzzzz


Foto sama mas-mas sepupu :



Bersama mas Firlana dan mas Yardan :)
Jumlah cucu orang tua saya sebenarnya ada 4 orang, dan semuanya laki-laki!! hehe.. Tetapi, karena anak adik cowok saya masih baby banget (2 bulan), jadi yang pulang lebaran kemarin hanya adik saya saja. Saat zidan datang kemarin para sauda banyak banget beliin zidan mainan, sayang gak sempet di foto. Tapi, yang paling berkesan adalah pemberian kakak saya yang ini :



Keren kan kaosku hehe...

Jadi, jauh-jauh hari kakak saya memang sudah berencana membelikan kaos ini. Suka aja, karena di jakarta pasti tidak ada kaos dengan tulisan ini hehe..

Akhirnya kami balik hari minggu tanggal 4 September 2011. Alhamdulillah, perjalanan pulang juga berjalan lancar.. tapi, saya masih kebayang-bayang bakso malang yang super lezat itu, karena kmrn belum puas makannya hehe.. Semoga nanti ayah ibu diberi rezeki lagi, biar kita bisa jalan-jalan lagi ke malang ya nak.... :)

Miss you all :)

Jumat, 22 Juli 2011

Merangkak

Akhirnya zidan bisa merangkakkk!!! Duh, senangnya liat anak ibu ini... Kemarin sempat panik juga, memasuki usianya yang ke 8 bulan ini, zidan masih merayap aja. Anak ibu ini, kalau disuruh merangkak agak malas gitu... Kalau diletakkin di lantai diem lama, baru beberapa menit kemudian dia merayap. Padahal ibunya ini udah kayak orang gila di depan zidan yang teriak-teriak kasih semangat, tepuk tangan, kasih mainan kesuakaan dia, tetep aja diem. Malah dia merayap ke arah lain sambil melengos gituu hehe... 
Kadang zidan malah lebih senang kalau dipegang badannya sambil posisi berdiri. Kalau ayah atau ibunya berada dekat diapun, dia malah senang merambat sambil berpegangan untuk mencoba berdiri.

Tapi, alhamdulillah kemarin zidan udah bisa merangkak...

Ternyata merangkak penting juga loh buat perkembangan bayi. Banyak orang yang bilang,
"Ngapain pake merangkak segala, kalau anaknya maunya langsung jalan kan malah bagus..."
"Nggak semua bayi pakai merangkak kok, ada yang langsung jalan.."
"Wah pinter ya anaknya, langsung bisa jalan..."

Itu lah komentar orang-orang yang tidak tahu manfaat merangkak. Saya sih, kekeuh sumekeuh kalao zidan harus melewati tahap ini. Bahkan kalau saya kerja, saya tetep wanti-wanti mbaknya di rumah untuk ngajarin zidan merangkak..

Berikut kutipan yang diambil dari beberapa artikel :

Merangkak tidak hanya sebagai tanda pertumbuhan bayi, namun juga memiliki banyak manfaat penting kaitannya dengan perkembangan fisik dan otak bayi.
  • Menguatkan leher, tangan, sendi dan otot.
  • Menguatkan otot besar dan kecil, mengahaluskan kemampuan motorik kasar dan halus.
  • Menunjang koordinasi mata dengan tangan, kekuatan, tegangan otot, keseimbangan, keterampilan jari.
  • Melatih kedua belahan otak. Gerakan menyilang saat merangkak merangsang memperkuat dan mengintegrasikan kedua belahan otak atau area-area yang berbeda pada otak. Sekaligus membantu mengoordinasi penggunaan kedua belah mata, telinga, tangan dan kaki secara simultan.
  • Meningkatkan produksi myelin di otak. Gerakan menyilang saat merangkak memungkinkan kedua belahan otak berbagi, menyimpan dan mengeluarkan kembali informasi inderawi penting dengan lebih cepat. Merangkak meningkatkan produksi myelin, zat yang melapisi sel saraf, yang membantu otak mengirim dan menerima pesan lebih cepat da jelas. Merangkak akan merangsang pula bagian otak ‘reseptif dan ‘ekspresif.’
  • Mengembangkan sambungan jaringan syaraf. Gerakan berulang-ulang saat merangkak merangsang, mengorganisir dan mengembangkan sambungan jaringan saraf otak sehingga, otak lebih efisien dalam mengontrol proses kognitif seperti pemahaman, konsentrasi dan ingatan.
  • Membantu perkembangan dan pemahan bahasa, sebab bayi dirangsang menggunakan kedua telinga secara simultan dan mengembangkan pendengaran kedua telinga.
  • Merangsang kepekaan taktil (sentuhan), kepekaan visual dan kepekaan terhadap jarak jauh-dekat.
Sejak tahun 1980-an sejumlah penelitian mengaitkan antara berjalan dini atau tidak merangkak di usia bayi dengan kesulitan akademis di kemudian hari. Hasil penelitian menunjukkan, anak-anak yang tidak merangkak atau hanya merangkak sebentar (cepat jalan), mencapai nilai lebih rendah dalam uji kemampuan anak prasekolah. Tidak merangkak saat bayi juga dikaitkan dengan gangguan keseimbangan, gangguan konsentrasi, yang berumuara pada kesulitan belajar dan kecerdasan yang tidak optimal.

Nah, itulah alasan mengapa saya kekeh untuk memaksa zidan harus melalui tahap ini sebelum dia bisa jalan.

Semoga, semakin hari kamu semakin pintar ya nak.. :)